Jumat, 22 Mei 2015 - 14:42:09 WIB
Menghitung dan Menginterpretasikan Rasio Laporan Keuangan
Diposting oleh : Tabiin, SE, S.Kom, MM.
Kategori: Pengabdian Masyarakat - Dibaca: 25801 kali

Produk akhir paling penting dari proses akuntansi adalah Laporan Keuangan. Namun tanpa dianalisa, laporan keuangan tak lebih dari “buku diary” anak ABG. Apakah menghitung rasio-rasio laporan keuangan sulit? Samasekali tidak. Yang sulit adalah menginterpretasikan dan menindaklanjuti hasil analisa.

Sayangnya, setidaknya menurut pengetahuan saya, pekerjaan menganalisa ini lebih banyak dilakukan oleh para analyst dibanding akuntan.

Di dalam perusahaan? Khususnya di skala kecil dan menengah, perusahaan jarang peduli dengan hal beginian. Ada pegawai accounting yang jumlahnya sangat terbatas, sudah kewalahan menangani tugas-tugas rutin terkait bookkeeping. Yang ironis, ketika agak lega sedikit, malah difungsikan untuk hal-hal yang tak ada kaitannya dengan akuntansi. Sangat disayangkan, masih banyak pelaku UKM yang belum menyadari pentingnya menganalisa laporan keuangan. Andai rutinitas di accounting diefektifkan dan staf difungsikan dengan semestinya, saya yakin bisa melakukan analisa-analisa, setidaknya yang terkait dengan “Indikator Kinerja Kunci” (Key Performance Indicator).

Di bangku sekolah atau kampus, topik rasio laporan keuangan tak diajarkan serinci akuntansi keuangan. Bisa jadi karena padatnya materi perkuliahan membuat proses belajar rasio terlalu cepat, hanya sepintas lalu, sehingga tak begitu melekat di dalam ingatan.

Jika telah diajarkan secara initensif namun tetap saja sulit paham, saya kira, itu wajar. Bukan karena mahasiswanya bodo, tapi lebih karena materi seperti ini memang sulit untuk dipahami jika tak pernah berhadapan langsung dengan masalah riil di lapangan. Pahampun misalnya, tetap saja hanya sebatas permukaan. Tidak praktikal. Sebab pembelajaran di kampus, setahu saya, memang tidak dirancang untuk maksud seperti itu. Bisa menjawab soal ujian, sudah cukup. Dan itu, sekalilagi, wajar. Hafal rumus dan paham logika dasarnya saja sudah bagus.

Empat Kelompok Rasio Laporan Keuangan

Jenis rasio keuangan secara umum sangatlah banyak. Semunya bagus dan penting. Namun untuk akuntan dan orang accounting pada umumnya, saya rasa tak perlu menguasai semuanya. Cukup rasio-rasio yang menggunakan Laporan Keuangan sebagai basis data saja.

Ada 4 kelompok utama rasio yang menggunakan laporan keuangan sebagai basis data, yaitu:

1. Kelompok Rasio PROFITABILITAS (Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan Laba)
2. Kelompok Rasio LIKUIDITAS (Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendeknya)
3. Kelompok Rasio TATAKELOLA ASET (Mengukur efektifitas tatakelola aset perusahaan)
4. Kelompok Rasio STRUKTUR MODAL/LEVERAGE (Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka panjangnya.)