Jumat, 05 Desember 2014 - 05:39:17 WIB
KIAT SUKSES MENJADI ORANG MARKETING (1)
Diposting oleh : Ida Pujiani, SE.
Kategori: Bag. Kemahasiswaan - Dibaca: 312834 kali

Ingin sukses dalam bidang Pemasaran? Berikut ini akan saya paparkan 10 Kiat sukses menjadi orang Marketing...........................

1.  Always be Happy

Kebahagiaan mendatangkan semangat, semangat memberi energi untuk berjuang. Usahakan diri Anda bertindak dan bersikap gembira, karena itulah vitamin paling efektif untuk menjaga stamina mental Anda apabila menghadapi penolakan dan kesulitan dalam penjualan.

 

2.  Plan What You Do, Do You What You Plan

Banyak orang pandai membuat deretan daftar panjang rencana-rencana yang akan dilakukan. Akan tetapi, sulit sekali pelaksanaannya, lebih banyak hambatan dari diri sendiri untuk memulai merealisasikan rencana itu.

Kebanyakan kita lebih mudah mencari alasan daripada segera mulai rencana tadi. Jadi yang terbaik adalah rencanakan dulu apa yang akan Anda kerjakan dilengkapi dengan jadwal pelaksanaan. Lalu segeralah menepati janji Anda untuk elaksanakan rencana yang Anda buat sendiri.

 

3.  Recording Good, Bad & Everything

Record/pencatatan sangatlah penting bagi orang marketing yang setiap hari bertemu orang yang berbeda dengan kondisi dan kepentingan yang berbeda-beda dan hasil pertemuan yang berbeda-beda. Kecuali kita dikaruniai daya ingat yang luar biasa, tetapi lebih baik menggunakan otak Anda untuk menciptakan kreativitas dan penyelesaian masalah serta pengambilan keputusan daripada sekedar untuk mengingat-ingat sesuatu yang di era sekarang bisa Anda delegasikan pada sarana teknlogi yang tersedia seperti handphone dan PDA.

 

 

4.  Jaga Stamina Mental, Jasmani dan Rohani

Sesuai waktu aktivitas yang panjang dan berbagai situasi yang bisa berubah-ubah terjadi, penting sekali bagi seorang marketer untuk menjaga kesehatan jasmani dan juga mentalnya. Untuk menjaga kesehatan jasmani, olahraga teratur, makanan bergizi dan seimbang serta pola makan yang teratur termasuk memilih vitamin dan obat yang cocok tak kalah pentingnya.

Pada saat stres, lakukan relaksasi dan rekreasi yang cukup. Kehidupan rohani sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan. Ketahuilah cara menghibur diri sendiri setelah ditolak misalnya dengan menghubungi teman sekedar say hallo atau sharing pengalaman dengan rekan akan sangat membantu memulihkan mental yang terpukul.

 

 

5.  Buatlah Skenario

Buat skenario pertemuan termasuk apa yang Anda rencanakan untuk dikatakan apabila orang yang Anda temui tidak ada, sedang meeting, hanya memberi waktu sebentar untuk pertemuan, memotong-motong terus persentasi Anda, mengajukan segudang pertanyaan yang sulit, menghina profesi Anda, dsb.

Dengan bersiap-siap berarti Anda akan tenang dan dapat mengatasi dengan profesional. Sekalipun ditolak tetapi tidak bersikap memalukan dan tetap mendapat respek dan prospek.

 

 

6.  Sepadan Dengan Prospek

Beranilah memosisikan diri sepadan dengan prospek Anda, apa pun posisinya, tingkat kekayaannya. Ingatlah paling tidak Anda lebih dulu tahu apa yang Anda tawarkan daripada dia dan Anda membawa informasi tentang sesuatu yang berguna baginya. Anda bukanlah mengemis sesuatu atau minta dikasihani dia, tetapi Anda membawa sesuatu yang dia butuhkan bahkan yang belum dia sadari saat ini.

 

7.  Menjual adalah Seni Melukis Kata-Kata

Menjual adalah melukis alam pikiran prospek kita. Bukan dengan cat air atau crayon, tetapi dengan kata-kata kita yang bisa memengaruhinya. Kanvasnya adalah pikiran prospek kita. Pelukis memilih warna yang tepat agar lukisannya indah. Presentasi adalah pandai-pandai kita memilih kata yang tepat agar berpengaruh bagi prospek kita.

 

 

8.  Jam Terbang

Semakin banyak jam terbang semakin mahir mengahadapi prospek. Semakin lama menjadi pemasar, ketajaman intuisi terasah. Sejak pertama kali bertemu prospek, kita sudah punya feeling nantinya bakal closing atau tidak. Ketajaman itu terasah dengan semakin seringnya kita prospek, seperti pisau yang terasah tajam demikian juga ketajaman intuisi kita.

 

9.  Sesuaikan Penampilan

Baju yang akan kita kenakan disesuaikan dengan situasi prospek. Apabila kita berkunjung ke pasar, tempat kerja prospek kita, akan terlihat aneh jika kita pakai baju lengan panjang dan berdasi. Lepaskan dasi, dan gunakan baju katun lengan pendek tapi tetap rapi. Kerapihan untuk menjaga citra profesional dan kepercayaan. Warna baju pun menjadi pertimbangan pada saat akan berkunjung ke prospek, profesi berbeda menyukai jenis-jenis warna yang berbeda. Etnis tertentu suka jenis warna tertentu, sementara etnis lain justru kurang menyukainya.

 

 

10. Kejujuran merupakan Dasar Kepercayaan

Kepercayaan diawali dengan kejujuran. Apabila ada kendala sampaikan dengan jelas, detail dan jujur. Perlu waktu membina kepercayaan.

 

Sumber : Rahardjo, Jami Lydia. 2008. 39 Secrets of Selling Ketika Janji Temu Jitu, Penjuaan Ketemu, Kisah dan Terobosan Horizontal Marketing. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Masih banyak lagi kiat sukses lainnya untuk menjadi seorang Marketing, tunggu di episode selanjutnya........ tetap kunjungi website kami di http://id.stie-stmy.ac.id dan bergabunglah di Facebook : https://www.facebook.com/groups/stie.stmy.majalengka/